BANJARMASIN potretbanua.com
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan melalui UPT Taman Budaya bekerja sama dengan Sanggar Wabul Sawi Festival sukses menyelenggarakan Program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Bidang Seni dan Budaya selama lima hari. Program yang berfokus pada pengembangan talenta sastra itu resmi ditutup di Banjarmasin, Jumat (7/8/2026), dengan dihadiri Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis.
Kepala Disdikbud Kalsel Abdul Rahim melalui Kepala UPT Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, Rizal Pahmi, mengatakan MTN menjadi langkah strategis untuk menjaring, menetapkan, membina, dan mengembangkan talenta sastra terbaik dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Menurut Rizal, sastra lisan seperti pantun, madihin, dan syair tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter sekaligus sarana pelestarian nilai-nilai luhur masyarakat Banjar.
“Manajemen Talenta Nasional menjadi salah satu langkah strategis dalam menemukan, menentukan, membina, dan mengembangkan talenta-talenta terbaik yang dimiliki daerah, sehingga mampu berpartisipasi tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Ia berharap ilmu, pengalaman, serta inspirasi yang diperoleh peserta selama pelatihan dapat diwujudkan menjadi karya sastra yang kreatif, berkualitas, dan tetap berakar pada budaya lokal sehingga mampu memperkaya khazanah sastra Indonesia.
Rizal juga menegaskan sastra Banjar merupakan warisan budaya yang mencerminkan kearifan lokal, nilai kehidupan, dan identitas masyarakat Kalimantan Selatan. Karena itu, kegiatan seperti MTN diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sastra sekaligus menjaga eksistensi budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis, mengapresiasi sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku seni, dan komunitas dalam menyukseskan program tersebut.
Menurut Annisa, MTN merupakan salah satu program prioritas Kementerian Kebudayaan untuk membangun ekosistem pembinaan talenta seni dan budaya yang sehat, terbuka, serta berkelanjutan.
“MTN menjadi platform bersama bagi pemerintah, komunitas, satuan pendidikan, industri, dan mitra internasional untuk membangun ekosistem seni budaya yang lebih sehat, terbuka, dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah terus memperkuat ekosistem sastra melalui berbagai program, seperti pembentukan laboratorium penerjemah dan promotor sastra, penerjemahan karya sastra klasik, serta dukungan terhadap komunitas dan Festival Sastra Indonesia.
Sepanjang 2025, sebanyak 3.225 karya sastra telah didistribusikan melalui 35 kantor komunitas sastra di seluruh Indonesia. Selain itu, Kementerian Kebudayaan juga terus mendorong regenerasi 7.500 talenta sastra untuk memperluas akses dan pemerataan kesempatan bagi seniman muda di berbagai daerah(mckalsel/lnk).





