GAPKI Kalsel Kerahkan Tim Damkar, 20 Ribu Masker Dibagikan untuk Warga Terdampak Asap

oleh -11 Dilihat
oleh

 

BANJARBARU POTRETBANUA.COM

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Selatan menyiapkan tim pemadam kebakaran dari perusahaan anggotanya untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dukungan tersebut diperkuat dengan penyaluran 20 ribu masker bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.

Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalsel Hairuddin mengatakan, bantuan masker merupakan bentuk kepedulian dunia usaha terhadap masyarakat di tengah memburuknya kondisi udara akibat karhutla.

Sebanyak 17.500 masker telah disalurkan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan BPBD Kalsel. Sementara 2.500 masker lainnya dibagikan langsung kepada masyarakat bersama DLH, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak), serta BPBD Kalsel.

“Jadi total masker yang kami salurkan mencapai 20.000 pcs. Sebanyak 17.500 sudah kami serahkan melalui DLH dan BPBD, sedangkan 2.500 dibagikan langsung kepada masyarakat bersama DLH, Disbunnak dan BPBD Kalsel,” ujar Hairuddin di Banjarbaru, Sabtu (22/8/2026).

BACA JUGA  Ketua TP PKK Kalsel Meriahkan Flashmob RSJ Sambang Lihum, Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa

Menurut Hairuddin, pembagian masker menjadi langkah perlindungan masyarakat dari paparan asap yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kalsel.

GAPKI Kalsel juga menyatakan kesiapan mengerahkan personel dan peralatan pemadam untuk membantu penanganan karhutla di lapangan. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut pembahasan penanggulangan karhutla saat kunjungan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol ke Pos Pantau Banjarbaru pada Selasa (18/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah daerah, BPBD, TNI-Polri, BNPB, perusahaan pertambangan, perusahaan pemegang hak pengusahaan hutan (HPH), serta perusahaan anggota GAPKI membahas langkah antisipasi dan penanganan karhutla.

“Tim damkar dari anggota GAPKI akan terjun langsung ke lapangan untuk membantu pemadaman karhutla. Kami juga aktif mulai 30 Agustus sampai 8 September 2026,” kata Hairuddin.

BACA JUGA  Libur Lebaran Diserbu Wisatawan, Kapolres Tabalong Turun Tangan: Keamanan Jadi Sorotan Utama

Keterlibatan perusahaan diharapkan menambah kekuatan personel dan peralatan dalam menangani titik api, terutama di kawasan yang sulit dijangkau.

Kepala DLH Provinsi Kalsel Rahmat Prapto Udoyo mengapresiasi dukungan dunia usaha dalam penanganan karhutla. Menurutnya, perusahaan turut memperkuat personel yang tergabung dalam Satgas Darat.

“Termasuk dari GAPKI. Sehingga total ada delapan pihak perusahaan yang sudah bergabung di tim penanganan di Satgas Darat,” ujar Rahmat.

Kolaborasi pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci mempercepat pengendalian karhutla sekaligus menekan dampak kabut asap terhadap aktivitas warga(mckalsel/lnk).