300 Pompa Dikerahkan, Kapolda Kalsel dan Wamenko Pangan Tinjau Langsung Karhutla Banjarbaru

oleh -11 Dilihat
oleh

BANJARBARU POTRETBANUA.COM

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan diperkuat dengan pengerahan 300 unit pompa air untuk membasahi lahan gambut yang masih menyimpan bara api di bawah permukaan tanah.

Langkah tersebut dilakukan setelah Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq dan jajaran Forkopimda Kalsel meninjau langsung kawasan sekitar Posko Tegal Arum, Banjarbaru, Minggu (23/8/2026).

Sebelumnya, Kapolda memimpin rapat koordinasi percepatan penanganan karhutla di VIP Room Lanud Syamsuddin Noor. Usai rapat, rombongan langsung bergerak ke lapangan untuk melihat kondisi titik kebakaran sekaligus mendukung proses pemadaman.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid mengatakan, lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut dengan kedalaman sekitar 1 hingga 3 meter. Meski api di permukaan mulai mereda dan kabut asap berangsur berkurang, masih ditemukan bara aktif di bawah tanah.

BACA JUGA  BKKBN Kalsel Dukung Percepatan Program Makan Bergizi Gratis bagi Ibu Hamil dan Balita

“Masih adanya bara api aktif yang tertanam di bawah permukaan tanah. Kondisi ini memerlukan proses pembasahan secara menyeluruh agar titik api tidak kembali menyala,” kata Nur Khamid.

Untuk mempercepat pemadaman dan pendinginan atau mopping up, sebanyak 300 pompa air didistribusikan ke tiga wilayah prioritas, yakni Pengayuan/Liang Anggang, Guntung Damar, dan Hutan Lindung.

Masing-masing wilayah mendapat 100 unit pompa. Peralatan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pihak swasta, Kementerian Pertanian, Kementerian Pertahanan, serta BPBD dan Pemerintah Provinsi Kalsel.

Pemadaman dilakukan dengan memanfaatkan pasokan air dari saluran irigasi utama Sultan Adam/Cindi Alus yang dialirkan menuju kanal-kanal di sekitar titik kebakaran.

BACA JUGA  UPTD PPA Murung Raya Reunifikasi Anak 15 Tahun, Keluarga: “Terima Kasih Setinggi-tingginya"

Setiap pompa dioperasikan enam personel dengan sistem tiga sif agar proses pembasahan dapat berlangsung secara berkelanjutan sekaligus menjaga stamina petugas.

Operasi terpadu itu melibatkan personel Polri, TNI, Dinas Kehutanan, Dinas ESDM, Satpol PP, pemadam kebakaran, serta tujuh perusahaan di sekitar lokasi.

Pemerintah juga menyiapkan anggaran operasional tahap awal sebesar Rp7,6 miliar untuk periode dua pekan. Penanganan diarahkan agar pemadaman dan pendinginan lahan dapat dilakukan semaksimal mungkin dalam periode tersebut.

Selain pemadaman, strategi penanganan difokuskan pada pengendalian bara di bawah permukaan tanah. Layanan kesehatan bagi petugas dan masyarakat sekitar juga diperkuat melalui posko kesehatan serta edukasi penggunaan masker untuk mengurangi dampak paparan asap.

BACA JUGA  Sahur On The Road RSGM Gusti Hasan Aman, Edukasi Kesehatan Gigi untuk Anak Panti

Di sisi lain, upaya pencegahan dan penegakan hukum terhadap pembukaan lahan dengan cara membakar terus diperketat. Langkah tersebut diperlukan agar kebakaran tidak kembali meluas setelah titik api berhasil dikendalikan(*).