Lahan Gambut dan Kebun Sawit di Balangan Terbakar, Pemadaman Berlangsung Empat Jam

oleh -86 Dilihat
oleh

BALANGAN, POTRETBANUA.COM— Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Kebakaran menghanguskan sekitar 3 hektare lahan di Desa Matang Hanau, Kecamatan Lampihong, pada Minggu, 30 Agustus 2026. Area yang terbakar mencakup aset milik dinas pemerintah daerah hingga area perkebunan sawit warga.

Upaya pemadaman dimulai sekitar pukul 16.30 WITA setelah titik api terdeteksi di dua lokasi terpisah di desa tersebut. Tim gabungan yang terdiri dari Polres Balangan, Koramil Lampihong, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, dan relawan lokal bahu-membahu menjinakkan kobaran api.

Perwira Pengendali Lapangan Polres Balangan, IPDA Tri Agus S., memimpin langsung operasi pemadaman ini bersama personel Pamapta dan tim satgas karhutla. Menurut penjelasannya, lokasi pertama yang terbakar berada di lahan aset milik Disnakertrans-BLK Kabupaten Balangan.

BACA JUGA  Revolusi Meritokrasi: Batola Bidik Sistem Manajemen Talenta untuk Hapus 'Titipan' Jabatan

“Lahan yang terbakar di lokasi pertama berupa rumput kering dan semak belukar dengan luas area terdampak kurang lebih 2 hektare,” kata Tri Agus dalam keterangannya, Minggu malam.

Sementara itu, lokasi kedua berada di lahan aset Desa Matang Hanau. Api membakar area kebun sawit seluas kurang lebih 1 hektare yang berdiri di atas tanah gambut bersemak belukar. Karakteristik lahan gambut ini sempat menyulitkan proses penanganan karena potensi api menyebar di bawah permukaan tanah.

Proses pemadaman berlangsung intensif selama lebih dari empat jam. Kombinasi kerja cepat personel dan unsur relawan di lapangan membuat api berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 20.50 WITA.

Usai api padam, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Tim gabungan melanjutkan proses pembasahan (cooling down) di kedua titik untuk memastikan tidak ada sisa bara yang tersembunyi di dalam tanah gambut.

BACA JUGA  BKKBN Kalsel Dukung Percepatan Program Makan Bergizi Gratis bagi Ibu Hamil dan Balita

“Pendinginan pada area terbakar dilakukan guna mencegah munculnya kembali titik api (re-ignition) serta mengantisipasi meluasnya kebakaran,” ujar Tri Agus.

Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi pemantauan wilayah rawan karhutla bersama Kodim 1001 HSU/BLG, BPBD Balangan, dan masyarakat setempat. Polres Balangan juga mengimbau warga agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar maupun aktivitas lain yang berisiko memicu kebakaran di musim kering.