Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Santri TPQ AINUHA Borong Prestasi di MTQ XXI Banjarbaru, Raih Juara di Lima Cabang Lomba

BANJARBARU — POTRETBANUA.COM-

Santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al Insyirah Nurul Hasanah (AINUHA) menorehkan prestasi dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXI tingkat Kota Banjarbaru yang berlangsung pada 13–16 Oktober 2026. Dari lima cabang lomba yang diikuti, para santri AINUHA berhasil meraih penghargaan mulai dari juara pertama hingga juara harapan pertama.

Prestasi tertinggi diraih Nazwa Anna Bella yang menjadi juara pertama cabang Tahfidz 1 Juz Tilawah putri. Hasil tersebut diumumkan dalam acara penutupan MTQ XXI di Gedung Bina Satria, Banjarbaru, Jumat malam, 16 Oktober 2026, berdasarkan keputusan Dewan Hakim yang dibacakan secara bergantian oleh tiga anggota dewan.

Selain Nazwa, santri AINUHA juga meraih prestasi di empat cabang lainnya, yakni Syarhil Qur’an putri, Tahfidz 10 Juz putri, Fahmil Qur’an, dan Kontemporer putri.

Berikut daftar santri TPQ AINUHA yang meraih penghargaan dalam MTQ XXI tingkat Kota Banjarbaru:

  • Juara 1 Tahfidz 1 Juz Tilawah putri: Nazwa Anna Bella.
  • Juara 2 Syarhil Qur’an putri: Siti Aisyah, Raina Naura Khadijah, dan Tsamara Shanum Al Mahira.
  • Juara 3 Tahfidz 10 Juz putri: Larisa Naura Azelia.
BACA JUGA  Bazar Gerakan Pangan Murah di TVRI Banjarmasin Diserbu Warga

Kepala TPQ AINUHA, Ahmad Mulianur, yang akrab disapa Ustaz Imul, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas capaian para santri. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kafilah yang telah mengikuti MTQ XXI Kota Banjarbaru.

“Alhamdulillah kami ucapkan selamat kepada anak-anak santri TPQ Al Insyirah Nurul Hasanah, yang telah berhasil menjadi juara. Selamat juga kepada semua kafilah yang telah mengikuti perlombaan MTQ XXI Kota Banjarbaru, semoga bisa menjadi juara pada MTQ tingkat Provinsi tahun depan,” ujar Imul.

Di balik capaian tersebut, para santri menjalani pembinaan intensif meski waktu persiapan terbilang mendesak. Ustazah Karmelia, salah satu pengajar TPQ AINUHA yang mendampingi para peserta, mengatakan para santri mendapatkan bimbingan untuk mempersiapkan diri menghadapi perlombaan.

Menurut Karmelia, pembinaan itu mengantarkan para santri melewati seleksi tingkat kecamatan sebelum melanjutkan kompetisi di tingkat Kota Banjarbaru. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan diraihnya prestasi di lima cabang lomba.

BACA JUGA  Pemprov Kalsel Perkuat Kompetensi Pekebun Sawit, Program SDMP Sasar Peningkatan Produktivitas

Capaian para santri ini sekaligus membuka peluang bagi peserta terbaik untuk melangkah ke kompetisi tingkat provinsi.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Banjarbaru, Hendri Atmaja, dalam sambutannya menyampaikan bahwa MTQ tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah untuk mengembangkan potensi dan kreativitas serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai keagamaan.

Beragam cabang lomba, menurut Hendri, diselenggarakan untuk memberikan ruang bagi peserta dalam menunjukkan kemampuan dan bakat masing-masing.

Ia menjelaskan, para peraih juara pertama hingga ketiga selanjutnya akan menjalani pelatihan atau training. Mereka kemudian akan melalui proses seleksi untuk menentukan peserta yang berhak mengikuti MTQ tingkat provinsi.

Apresiasi juga datang dari pimpinan Yayasan Al Insyirah Nurul Hasanah, Dr. H. Edy Setyo Utomo. Saat dihubungi media secara terpisah, Edy menyampaikan ucapan selamat sekaligus terima kasih kepada para ustaz dan ustazah, santri, serta orang tua yang telah bekerja sama mendukung keberhasilan peserta.

BACA JUGA  Gebrakan Safari Ramadan: Duet Muhidin-Hasnur Kucurkan Bantuan Masjid di Banjarbaru

Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNU Kalsel) itu mengatakan, capaian para santri sejalan dengan konsep pendidikan yang diterapkan yayasannya, yakni memandang setiap anak memiliki keunggulan dan peluang untuk berprestasi.

“Semua anak di lembaga pendidikan kita adalah juara. Juara sesuai dengan keunggulan masing-masing. Kita tidak memaksakan anak-anak menguasai semua bidang. Tapi mana yang menonjol kelebihan anak, itu yang kita dorong,” kata Edy.

Ia menambahkan, pendekatan tersebut telah mendorong peserta didik meraih prestasi dalam berbagai bidang, mulai dari olahraga hingga tingkat provinsi, akademik, seni, dan Al-Qur’an.

“Sehingga alhamdulillah, ada anak yang juara olahraga sampai tingkat provinsi, juara dalam bidang akademik, juara dalam bidang seni, juara dalam bidang Al Quran dan lainnya,” pungkasnya.

Prestasi dalam MTQ XXI Kota Banjarbaru menjadi salah satu capaian santri AINUHA dalam bidang Al-Qur’an. Bagi yayasan, keberhasilan tersebut juga memperkuat upaya pendidikan yang mendorong setiap anak mengembangkan kemampuan terbaiknya sesuai dengan potensi masing-masing.

Share: