Kehabisan Ongkos Usai Operasi Kuretase, Perempuan Asal Samarinda Ditolong Polresta Banjarmasin

oleh -94 Dilihat
oleh

BANJARMASIN, POTRETBANUA.COM — Anggota Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banjarmasin membantu seorang perempuan asal Samarinda, Kalimantan Timur, Ana Nuraini, 30 tahun, yang terlantar akibat kehabisan ongkos perjalanan usai menjalani operasi kuretase. Ana mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Banjarmasin pada Sabtu dini hari, 19 September 2026, sekitar pukul 05.00 WITA.

Kedatangan Ana di markas kepolisian disambut langsung oleh Perwira Pengawas Pamapta 1, Inspektur Dua H. Sandhy Surya Maulana, S.H. Kepada petugas, Ana menceritakan kondisi fisiknya yang masih rentan usai menjalani tindakan medis kuretase di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Usai menjalani perawatan medis, Ana berniat melanjutkan perjalanan menuju tempat suaminya bekerja di kawasan PT KMJ, Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Namun, keterbatasan biaya membuat perjalanannya terhenti di Banjarmasin.

BACA JUGA  Sinergi di Lahan 64 Hektare: Polres dan Pemkab Balangan Kejar Target Swasembada Jagung 2026

Mendengar aduan tersebut, Ipda Sandhy bersama personel Polisi Wanita (Polwan) langsung melakukan verifikasi kondisi fisik dan validasi tujuan perjalanan Ana. Setelah memastikan kondisi kesehatan serta kebenaran tujuannya, jajaran Polresta Banjarmasin mengambil langkah penanganan cepat dengan membiayai dan memesankan armada travel darat untuk mengantarkan Ana secara langsung hingga ke lokasi tujuan di Kalimantan Tengah.

Sebelum mengawali perjalanannya menuju Kuala Kurun, Ana menyampaikan apresiasi mendalam atas respons cepat dan kepedulian yang ditunjukkan oleh jajaran kepolisian.

“Saya sangat berterima kasih kepada jajaran Polresta Banjarmasin atas bantuan dan kepedulian yang telah diberikan,” ujar Ana sebelum berangkat.

Pihak Polresta Banjarmasin menegaskan bahwa pendampingan dan penanganan terhadap warga yang membutuhkan bantuan darurat seperti ini merupakan wujud komitmen pelayanan publik yang inklusif dan humanis di wilayah hukum Kalimantan Selatan.