Ambisi Murung Raya Putus Siklus Sekali Panen: Gandeng IPB Incar Varietas Unggul 2027

oleh -8 Dilihat
oleh


MURUNG RAYA – potretbanua.com
Pemerintah Kabupaten Murung Raya mulai mengikis ketergantungan pada pola tanam tradisional. Melalui panen bersama Padi Gogo di Desa Karali, Kecamatan Tanah Siang, Sabtu (11/4/2026), pemerintah daerah resmi memulai pembuktian riset varietas unggul lokal yang diproyeksikan terdaftar di Kementerian Pertanian pada 2027 mendatang.

Langkah ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah fase krusial dari uji varietas Tahun Anggaran 2025 yang menggandeng Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB). Tujuannya jelas: menghasilkan data agronomi valid untuk menciptakan kebijakan pangan yang terukur di Bumi Tana Malai Tolung Lingu.

Bupati Murung Raya, Heriyus, menegaskan bahwa kolaborasi riset ini bertujuan merombak kebiasaan lama petani lokal. Selama ini, padi gogo hanya dipanen satu kali dalam setahun. Dengan sentuhan teknologi dan varietas yang tepat, targetnya adalah menyamai produktivitas sawah irigasi.

BACA JUGA  Anggota Komisi I DPRD Murung Raya Apresiasi Perkebunan Rakyat: “Sederhana Tapi Hasilnya Lumayan, Ringankan Ekonomi Mikro”

“Kita berusaha mengubah pola tanam menjadi dua bahkan tiga kali setahun. Ini bukan hanya soal efisiensi lahan, tapi juga upaya menjaga kelestarian lingkungan dengan menekan pembukaan lahan baru dan praktik pembakaran,” tegas Heriyus saat meninjau lokasi panen.

Ia juga menekankan pentingnya legalitas kelompok tani dalam skema bantuan pemerintah. “Kelompok tani wajib memiliki akta notaris. Ini payung hukum yang sah agar penyaluran anggaran tepat sasaran dan akuntabel,” tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanik) Murung Raya, Sri Karyawati, menjelaskan bahwa riset ini melibatkan tiga kelompok tani sebagai basis uji coba:
◾Kelompok Tani Bina Usaha (Kecamatan Murung)
◾Kelompok Tani Danta Bandu (Desa Karali)
◾Kelompok Tani Kojeri Sama (Kecamatan Tanah Siang Selatan)

BACA JUGA  Wakapolres Balangan Berganti, Kapolres Minta Pejabat Baru Perkuat Sinergi

Tim ahli melakukan pemantauan ketat terhadap ketahanan varietas terhadap hama dan adaptasi perubahan iklim. “Hasil uji coba ini akan menjadi dasar untuk mendaftarkan varietas padi gogo spesifik Murung Raya sebagai varietas unggul nasional,” kata Sri.

Kehadiran empat mahasiswa IPB yang melakukan penelitian langsung di lapangan menjadi mesin penggerak transfer teknologi bagi para petani di Desa Karali.

Anggota DPRD Murung Raya, H. Liangsoi, mengapresiasi konsistensi pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi antara akademisi dan praktisi lapangan adalah model ideal yang harus direplikasi ke sektor lain.

“Pendampingan dari teknologi hingga permodalan adalah kunci. Kolaborasi dengan IPB ini harus menjadi teladan untuk komoditas lain seperti kakao, peternakan, dan hortikultura,” ujar Liangsoi.

BACA JUGA  "Jalur Maut Muara Teweh–Puruk Cahu Makan Korban, DPRD Murung Raya Desak Pembenahan Total"

Target besar telah dipasang. Pada tahun 2027, Murung Raya diharapkan tidak lagi menggunakan bibit yang bervariasi secara acak.

“Tahun 2027 kita harus punya varietas unggul sendiri. Dengan satu standar benih, kita bisa menjamin stabilitas pasokan beras di wilayah ini,” pungkas Bupati Heriyus optimistis.

Jika target ini tercapai, Murung Raya tidak hanya akan mencapai swasembada, tetapi juga memperkuat kedaulatan pangan dan menggerakkan ekonomi desa secara berkelanjutan.(Lkg)