“Jalur Maut Muara Teweh–Puruk Cahu Makan Korban, DPRD Murung Raya Desak Pembenahan Total”

oleh -4 Dilihat
oleh


PURUK CAHU — potretbanua.com
Ruas jalan yang menghubungkan Muara Teweh dan Puruk Cahu kembali memakan korban. Sebuah kecelakaan hebat bertipe “adu banteng” melibatkan satu unit truk boks bermuatan sembako dengan mobil travel penumpang terjadi pada Rabu, 16 April 2026. Insiden yang terekam dalam video amatir berdurasi 15 detik ini memperlihatkan kerusakan parah di bagian depan kedua kendaraan yang menutup sebagian badan jalan.

Hingga berita ini diturunkan, detail mengenai kondisi fisik sopir maupun jumlah penumpang yang menjadi korban masih dalam tahap verifikasi lapangan. Namun, rekaman yang diunggah oleh akun Facebook berinisial N.R. tersebut telah memicu gelombang kekhawatiran masyarakat mengenai keamanan jalur logistik dan transportasi utama di wilayah tersebut.

BACA JUGA  Dari VR 360 hingga Rute Internasional: Gebrakan Inovatif Sekdaprov Kalsel di KPLB BKN

Kecelakaan ini memantik reaksi keras dari parlemen setempat. Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Tuti Marheni, S.E., menyoroti bahwa jalur Muara Teweh–Puruk Cahu memang memiliki risiko tinggi karena padatnya mobilitas angkutan barang dan travel dengan durasi perjalanan yang panjang.

Menurutnya, faktor teknis dan disiplin pengemudi menjadi kunci utama yang sering terabaikan. “Kurangi kecepatan, apalagi pada musim cuaca ekstrem. Jalan licin akibat hujan membuat ruang pengereman bertambah. Kita harus lebih berhati-hati dan menjaga jarak aman,” ujar Tuti saat ditemui di Puruk Cahu.

Tuti menekankan agar para sopir travel dan truk boks tidak memaksakan diri dalam mengejar waktu tempuh. Ia mendorong pengaturan ritme perjalanan yang sehat, memastikan muatan terikat sempurna, serta melarang keras tindakan mendahului di area tikungan maupun tanjakan yang buta (blind spot).

BACA JUGA  PUPR Kalsel Tingkatkan Kompetensi SDM Konstruksi Lewat Pelatihan BIM Autodesk Revit

Sebagai tindak lanjut secara kebijakan, DPRD Murung Raya menyatakan akan memperkuat koordinasi dengan instansi teknis untuk membenahi titik-titik rawan sepanjang jalur tersebut. Beberapa langkah konkret yang didorong antara lain:
◾Pemeliharaan rutin permukaan jalan yang rusak.
◾Penambahan rambu peringatan, marka jalan, serta batas kecepatan di lokasi rawan tabrakan.
◾Edukasi masif bagi komunitas pengemudi dan operator travel mengenai keselamatan berkendara.

Menutup keterangannya, Tuti menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat dalam keadaan selamat. Ia mengingatkan bahwa keselamatan bukan sekadar aturan hukum, melainkan komitmen moral antarpengguna jalan.

“Rawat nyawa dengan cara sederhana: cek kendaraan, patuhi aturan, kendalikan kecepatan, tidak memaksa mendahului, dan saling menghormati. Jalan adalah ruang publik yang kita gunakan bersama,” pungkas Tuti Marheni.(Lkg)

BACA JUGA  BERANI MATI DEMI NEGARA: Ketua DPRD Murung Raya Puji Ketangguhan 74 Tahun Kopassus