Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Tingkatkan Kewaspadaan Penyakit Campak, Dinkes Kalsel Lakukan Surveilans ke Lapangan

 

KALSEL- Potretbanua.com

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat kewaspadaan terhadap penyakit campak dengan melakukan surveilans lapangan serta menerbitkan surat edaran kepada seluruh kabupaten/kota. Langkah ini dilakukan guna mencegah penularan lebih luas, terutama pada kelompok rentan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin, menegaskan pihaknya telah bergerak cepat memantau situasi di lapangan.

“Untuk campak, surveilans kita sudah turun ke lapangan. Kita juga sudah membuat surat edaran ke kabupaten/kota untuk memastikan pencegahan penularan yang lebih luas,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Ia menjelaskan, sebagian besar kasus ditemukan pada anak-anak atau bayi yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Karena itu, masyarakat diminta tidak menunda, terlebih menolak, pemberian imunisasi.

BACA JUGA  73 Calon Haji Murung Raya Bertolak ke Tanah Suci, Ketua DPRD: Jaga Fisik dan Kekompakan

“Kejadian ini banyak terjadi pada anak-anak atau bayi yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Pada kesempatan ini kami menghimbau kepada masyarakat supaya jangan sampai tidak melakukan imunisasi kepada anak-anaknya, apalagi sengaja menolak,” tegasnya.

Menurut Diauddin, campak dapat menyerang semua kelompok usia. Namun, risiko kematian lebih tinggi pada bayi karena daya tahan tubuh yang masih rendah.

“Usianya memang semua usia bisa kena campak. Tapi yang lebih berisiko menyebabkan kematian adalah bayi karena daya tahan tubuhnya rendah,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan orang tua agar mengenali gejala awal campak untuk mempercepat penanganan. Gejala umum antara lain demam tinggi, muncul ruam, mata merah, serta diawali batuk dan pilek.

BACA JUGA  Ramadan Berkah: Mengapa Polres Tabalong ‘Turun ke Jalan’ Setiap Sore?

“Kalau ada gejala-gejala campak biasanya ruam, panas tinggi, mata merah, diawali batuk pilek itu secepatnya dibawa berobat untuk pemeriksaan,” imbaunya.

Karena bersifat menular, anak yang menunjukkan gejala disarankan melakukan isolasi mandiri di rumah dan beristirahat guna mencegah penularan ke orang lain.

“Karena ini menular, kalau ada yang bergejala sebaiknya diisolasi di rumah dan diistirahatkan,” tambahnya.

Ia turut meluruskan pemahaman masyarakat bahwa campak berbeda dengan cacar, meskipun keduanya sama-sama disebabkan oleh virus.

“Campak dan cacar sama-sama virus, tapi berbeda,” pungkasnya.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan mengajak seluruh orang tua memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap sebagai langkah paling efektif melindungi dari risiko komplikasi dan kematian akibat campak(mckalsel/lnk).

BACA JUGA  Sentilan Das’ad Latif di Markas Korem: Jabatan Itu Amanah, Bukan Sekadar Kehormatan
Share: