BANJARBARU potretbanua.com

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan kembali memperkuat pembinaan keagamaan bagi aparatur melalui kegiatan pembinaan kerohanian yang mengangkat tema “Fiqih Taharah: Tata Cara Mandi dalam Islam”, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan yang diikuti ASN dan non-ASN di lingkungan Diskominfo Kalsel itu menghadirkan Tenaga Ahli Gubernur Kalimantan Selatan Bidang Keagamaan, KH Muhammad Fadlian Noor. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya tata cara mandi wajib atau mandi junub sesuai syariat Islam sebagai syarat sah berbagai ibadah, terutama salat.

Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, menilai pembinaan kerohanian tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman agama sekaligus membentuk karakter aparatur yang lebih baik.

Menurutnya, pemahaman mengenai tata cara bersuci menjadi dasar dalam pelaksanaan ibadah karena berkaitan langsung dengan keabsahan amalan yang dikerjakan seorang muslim.

“Apabila istiharah ini tidak sempurna, maka juga tidak sah pahala-pahala berikutnya, seperti salat,” ujarnya.

Muhamad Muslim juga mengapresiasi antusiasme para pegawai yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai pelayan masyarakat.

“Kita mendapatkan pencerahan yang luar biasa. Mudah-mudahan ilmu ini dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Sementara itu, KH Muhammad Fadlian Noor menegaskan bahwa menuntut ilmu agama merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Ia mengingatkan bahwa pengajian dan majelis ilmu tidak boleh dipandang sekadar kegiatan rutin, melainkan sarana untuk memperkuat pemahaman keagamaan di tengah tantangan zaman.

Dalam tausiahnya, ia menjelaskan bahwa kesalahan dalam melaksanakan mandi wajib dapat berdampak pada tidak sahnya ibadah yang dilakukan setelahnya.

“Kalau mandi wajib yang dilaksanakan tidak benar, maka ibadah-ibadah yang lain juga bisa tidak diterima, seperti salat,” jelasnya.

Melalui pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara rutin, Diskominfo Kalsel berharap pemahaman keagamaan pegawai terus meningkat sehingga nilai-nilai spiritual dapat menjadi landasan dalam bekerja, memperkuat integritas, serta menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan religius(mckalsel/lnk).

Bagikan: