Siasat Kalsel Kejar Target 2026: Sinergi Investasi dan Koperasi Jadi Kunci

oleh -5 Dilihat
oleh

 

BANJARBARU – potretbanua.com
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mulai memanaskan mesin perencanaan pembangunan untuk tahun 2026. Dalam Rapat Kerja Teknis dan Forum Perangkat Daerah yang digelar di Banjarbaru, Senin (30/3/2026), kolaborasi lintas sektor ditegaskan sebagai harga mati untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, terutama dalam menyelaraskan arus investasi dengan penguatan sektor riil seperti Koperasi dan UMKM.

Gubernur Kalimantan Selatan, melalui Asisten Bidang Ekonomi Ariadi, secara resmi membuka forum strategis yang diinisiasi oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel. Pertemuan ini bertujuan menyatukan visi seluruh perangkat daerah agar kebijakan pembangunan 2026 tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dalam satu napas pelayanan publik yang efektif.

BACA JUGA  Gerakan Pangan Murah di Banjarbaru, Pemprov Kalsel Sediakan Sembako Murah hingga Gratis

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalsel, Rahmaddin MY, yang hadir didampingi Plh. Sekretaris Dinas Harisnor, menegaskan bahwa sektor koperasi dan UMKM harus menjadi mitra strategis dalam setiap skema investasi yang masuk ke Banua. Menurutnya, forum ini adalah wadah krusial untuk memastikan pembangunan tidak hanya mengejar angka, tapi juga menyentuh kesejahteraan masyarakat luas.

“Forum ini menjadi momentum penting bagi kita untuk saling berbagi ide dan strategi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Rahmaddin di sela kegiatan.

Ariadi, mewakili Gubernur Kalsel, menekankan bahwa perencanaan yang presisi hanya bisa lahir dari masukan konstruktif antar-sektor. Ia mengingatkan bahwa tantangan ekonomi ke depan menuntut perangkat daerah untuk lebih adaptif dan tepat sasaran dalam merespons kebutuhan publik.

BACA JUGA  Bidik Calon Polisi Berintegritas, Polres Tanah Laut Perketat Verifikasi Administrasi 2026

“Keterlibatan aktif seluruh perangkat daerah sangat diperlukan agar perencanaan pembangunan dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat,” tegas Ariadi.

Menutup pernyataannya, Rahmaddin MY optimis bahwa dengan semangat kolaborasi yang solid, tantangan pembangunan di masa depan dapat teratasi. Sinergi antar-instansi dianggap sebagai kunci utama agar pembangunan di Kalimantan Selatan tetap bergerak maju dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.(mckalsel/lnk)